Selamat Datang di Blogs Pendidikan dan Informasi ini, mudah-mudahan dalap memperkaya khasanah keilmuan dan informasi

Minggu, 01 Maret 2009

KLASIFIKASI MEDIA PEMBELAJARAN

A. PENGELOMPOKAN MEDIA PEMBELAJARAN
Pada dasarnya media yang banyak digunakan untuk kegiatan
pembelajaran adalah media komunikasi. Oleh karena itu dalam
pembahasan taksonomi ini akan digunakan taksonomi yang
dikemukakan oleh Haney dan Ulmer (1981).
Ada beberapa cara yang dapat digunakan dalam
pengklasifikasian ini. Salah satu cara diantaranya ialah dengan
menekankan pada teknik yang dipergunakan dalam pembuatan
media tersebut. Sebagai contoh, seperti gambar, fotografi,
rekaman audio, dan sebagainya. Ada pula yang dilihat dari cara
yang dipergunakan untuk mengirimkan pesan. Contoh, ada
penyampaian yang disampaikan melalui siaran televisi dan
melalui optik. Berbagai bentuk presentasi media yang kita
terima, membuat kita sadar bahwa kita menerima informasi
dalam bentuk tertentu. Pesan-pesan tersebut dapat berupa
bahan cetakan, bunyi, bahan visual, gerakan, atau kombinasi
dari berbagai bentuk informasi ini.
Masih banyak ciri yang membedakan media yang satu
dengan yang lain, sehingga tidaklah mudah untuk menyusun
klasifikasi tunggal yang mencakup semua jenis media. Faktor
lain yang juga mempersulit klasifikasi ini ialah untuk
menentukan apa yang termasuk dan apa yang tidak termasuk
media. Sebagai contoh, beberapa ahli membedakan antara
media komunikasi dan alat bantu komunikasi. Yang menjadi
dasar utama dari pembedaan ini ialah apakah suatu sarana
komunikasi dapat menyampaikan program secara lengkap atau
tidak. Berdasarkan pembedaan ini, film dapat digolongkan
Media Pembelajaran
sebagai media, karena film dapat menyampaikan pesan yang
lengkap selama waktu putarnya. Sedangkan overhead
transparansi (OHT) digolongkan sebagai alat bantu saja, karena
OHT tidak dapat berdiri sendiri. Hal tersebut hanya dapat
digunakan oleh instruktur untuk membantu menerangkan
pembelajarannya. Walaupun pendapat ini masuk akal, tetapi di
sini kita akan membahas media dalam perspektif yang lebih
luas, yaitu semua alat atau bahan yang dapat digunakan untuk
kegiatan pembelajaran, sesuai dengan pengertian media
pembelajaran sebelumnya (di bagian depan).
Selain alat-alat pembelajaran yang sederhana, masih
ada beberapa teknik atau sistem pembelajaran yang
sedemikian kompleks, sehingga jauh melebihi pengertian media
yang biasa kita gunakan. Sebagai contoh, simulator, pengajaran
dengan bantuan komputer, mesin pembelajaran, dan
permainan pendidikan. Oleh karena itu untuk mengembangkan
suatu sistem klasifikas yang dapat mencakup berbagai macam
sarana komunikasi, kita harus menggunakan pandangan yang
lluas mengenai pengertian media, yaitu dengan memasukkan
segala sesuatu yang dapat diambil manfaatnya oleh seorang
instruktur untuk meningkatkan pembelajaran. Kita ingin
mengembangkan pandangan bahwa tidak ada satu carapun yang
baku dalam pembelajaran dan ingin mendorong para instruktur
agar menganggap berbagai bentuk media itu sebagai pilihanpilihan
untuk digunakan dalam meningkatkan kegiatan belajar.
Memang, seringkali media hanya digunakan untuk membantu
menghidupkan keterangan yang diberikan oleh seorang
instruktur. Akan tetapi diharapkn untuk masa sekarang dan
masa yang akan datang, pemanfaatan media oleh
instruktur/guru tersebut akan lebih imajinatif dan lebih
bermanfaat bagi para siswa.
Untuk keperluan pengklasifikasian media itu, pertamatama
harus diketahui “Sifat umum apa yang dimiliki oleh
berbagai media seperti buku, slide, rekaman audio, yang
orang mengenali benda-bendatersebut sebagai bentuk
media?” jawabannya terletak pada fungsinya, yaitu apa yang
dilakukan dan bagaimana cara melakukannya. Semuanya
menyampaikan pesan yang disusun ke dalam bentuk informasi
audio visual yang dasar ataupun lebih. Menurut Rudy Brezt ada
lima bentuk dasar informasi, yaitu gambar, cetakan, grafik
garis, suara, dan gerakan.
Klasifikasi Media 14
Media Pembelajaran
Karena msing-masing mewakili bentuk penyampaian
informasi yang berbeda-beda, kita akan menyebutnya sebagai
bentuk penyajian. Istilah ini diberikan oleh Donald T. Tosti dan
John R. Ball. Karena itu semua media yang menyampaikan
pesan melalui bentuk-bentuk ini akan disebut media penyaji.
Media penyaji meliputi sebagian besar media yang populer, dan
merupakan salah satu dari kategori pokok media yang sedang
kita bahas. Di samping itu masih ada dua kategori pokok lain
untuk menjaring semua sarana yang bermanfaat bagi seorang
instruktur, yang akan dijelaskan kemudian.
Menurut bentuk informasi yang digunakan, kita dapat
memisahkan dan mengklasifikasi media penyaji dalam lima
kelompok besar, yaitu media visual diam, media visual gerak,
media audio, media audio visual diam, dan media audio visual
gerak. Kemudian dapat kita teliti media ini untuk membedakan
proses yang dipakai untuk menyajikan pesan, bagaimana suara
dn atau gambar itu kta terima, apakah melalui penglihatan
langsung, proyeksi optik, proyeksi elektronik atau
telekomunikasi. Kita akan keempat cara ini sebagai cara
penyajian dari sebuah media.
Dengan menganalisis media melalui bentuk penyajian
dan cara penyajiannya, kita mendapatkan suatu format
klasifikasi yang meliputi tujuh kelompok media penyaji, yaitu
(a) kelompok kesatu; grafis, bahan cetak, dan gambar diam, (b)
kelompok kedua; media proyeksi diam, (c) kelompok ketiga;
media audio, (d) kelompok keempat; media audio, (e)
kelompok kelima; media gambar hidup/film, (f) kelompok
keenam; media televisi, dan (g) kelompok ketujuh; multi
media.
Perlu kita ingat bahwa masih ada media lain yang tidak
termasuk media penyaji, yaitu media objek dan media
interaktif. Kedua media ini akan dibicarakan secara khusus
setelah selesai membahas masing-masing ketujuh kelompok
media penyaji.
B. KELOMPOK KESATU : MEDIA GRAFIS, BAHAN CETAK DAN
GAMBAR DIAM
a. MEDIA GRAFIS
Media grafis adalah media visual yang menyajikan fakta, ide
atau gagasan melalui penyajian kata-kata, kalimat, angka-
Klasifikasi Media 15
Media Pembelajaran
angka, dan simbol/gambar. Grafis biasanya digunakan untuk
menarik perhatian, memperjelas sajian ide, dan
mengilustrasikan fakta-fakta sehingga menarik dan diingat
orang.
Yang termasuk media grafis antara lain :
1. Grafik, yaitu penyajian data berangka melalui perpaduan
antara angka, garis, dan simbol.
2. Diagram, yaitu gambaran yang sederhana yang dirancang
untuk memperlihatkan hubungan timbal balik yang biasanya
disajikan melalui garis-garis simbol.
3. Bagan, yaitu perpaduan sajian kata-kata, garis, dan simbol
yang merupakan ringkasan suatu proses, perkembangan,
atau hubungan-hubungan penting.
4. Sketsa, yaitu gambar yang sederhana atau draft kasar yang
melukiskan bagian-bagian pokok dari suatu bentuk gambar.
5. Poster, yaitu sajian kombinasi visual yang jelas, menyolok,
dan menarik dengan maksud untuk menarik perhatian orang
yang lewat.
6. Papan Flanel, yaitu papan yang berlapis kain flanel untuk
menyajikan gambar atau kata-kata yang mudah ditempel
dan mudah pula dilepas.
7. Bulletin Board, yaitu papan biasa tanpa dilapisi kain flanel.
Gambar-gambar atau tulisan-tulisan biasanya langsung
ditempelkan dengan menggunakan lem atau alat penempel
lainnya.
Kelebihan Media Grafis
1. Dapat mempermudah dan mempercepat pemahaman siswa
terhadap pesan yang disajikan.
2. Dapat dilengkapi dengan warna-warna sehingga lebih
menarik perhatian siswa.
3. Pembuatannya mudah dan harganya murah.
Kelemahan Media Grafis
1. Membutuhkan keterampilan khusus dalam pembuatannya,
terutama untuk grafis yang lebih kompleks.
2. Penyajian pesan hanya berupa unsur visual.
Klasifikasi Media 16
Media Pembelajaran
b. MEDIA BAHAN CETAK
Media bahan cetak adalah media visual yang
pembuatannya melalui proses pencetakan/printing atau offset.
Media bahan cetak ini menyajikannya pesannya melalui huruf
dan gambar-gambar yang diilustrasikan untuk lebih
memperjelas pesan atau informasi yang disajikan.
Jenis media bahan cetak ini diantaranya adalah :
1. Buku Teks, yaitu buku tentang suatu bidang studi atau ilmu
tertentu yang disusun untuk memudahkan para guru dan
siswa dalam upaya mencapai tujuan pembelajaran.
Penyusunan buku teks ini disesuaikan dengan urutan
(sequence) dan ruang lingkup (scope) GBPP tiap bidang studi
tertentu.
2. Modul, yaitu suatu paket progaram yang disusun dalam
bentuk satuan tertentu dan didesain sedemikian rupa guna
kepentingan belajar siswa. Satu paket modul biasanya
memiliki komponen petunjuk guru, lembaran kegiatan
siswa, lembaran kerja siswa, kunci lembaran kerja,
lembaran tes, dan kunci lembaran tes.
3. Bahan Pengajaran Terprogram, yaitu paket program
pengajaran individual, hampir sama dengan modul.
Perbedaannya dengan modul, bahan pengajaran terprogram
ini disusun dalam topik-topik kecil untuk setiap
bingkai/halamannya. Satu bingkai biasanya berisi informasi
yang merupakan bahan ajaran, pertanyaan, dan
balikan/respons dari pertanyaan bingkai lain.
Kelebihan Media Bahan Cetak
1. Dapat menyajikan pesan atau informasi dalam jumlah yang
banyak.
2. Pesan atau informasi dapat dipelajari oleh siswa sesuai
dengan kebutuhan, minat, dan kecepatan masing-masing.
3. Dapat dipelajari kapan dan dimana saja karena mudah
dibawa.
4. Akan lebih menarik apabila dilengkapi dengan gambar dan
warna.
5. Perbaikan/revisi mudah dilakukan.
Klasifikasi Media 17
Media Pembelajaran
Kelemahan Media Bahan Cetak
1. Proses pembuatannya membutuhkan waktu yang cukup
lama.
2. Bahan cetak yang tebal mungkin dapat membosankan dan
mematikan minat siswa untuk membacanya.
3. Apabila jilid dan kertasnya jelek, bahan cetak akan mudah
rusak dan sobek.
3. MEDIA GAMBAR DIAM
Media gambar diam adalah media visual yang berupa
gambar yang dihasilkan melalui proses fotografi. Jenis media
gambar ini adalah foto.
Kelebihan Media Gambar Diam
1. Dibandingkan dengan grafis, media foto ini lebih konkret.
2. Dapat menunjukkan perbandingan yang tepat dari objek
yang sebenarnya.
3. Pembuatannya mudah dan harganya murah.
Kelemahan Media Gambar Diam
1. Biasanya ukurannya terbatas sehingga kurang efektif untuk
pembelajaran kelompok besar.
2. Perbandingan yang kurang tepat dari suatu objek akan
menimbulkan kesalahan persepsi.
C. KELOMPOK KEDUA : MEDIA PROYEKSI DIAM
Media proyeksi diam adalah media visual yang
diproyeksikan atau media yang memproyeksikan pesan, dimana
hasil proyeksinya tidak bergerak atau memiliki sedikit unsur
gerakan.
Jenis media ini diantaranya : OHP/OHT, Opaque
Projector, Slide, dan Filmstrip.
1. MEDIA OHP DAN OHT
OHT (Overhead Transparency) adalah media visual yang
diproyeksikan melalui alat proyeksi yang disebut OHP
(Overhead Projector). OHT terbuat dari bahan transparan yang
biasanya berukuran 8,5 X 11 inci.
Ada 3 jenis bahan yang dapat digunakan sebagai OHT,
yaitu :
Klasifikasi Media 18
Media Pembelajaran
1. Write on film (plastik transparansi), yaitu jenis transparansi
yang dapat ditulisi atau digambari secara langsung dengan
menggunakan spidol.
2. PPC transparency film (PPC= Plain Paper Copier), yaitu jenis
transparansi yang dapat diberi tulisan atau gambar dengan
menggunakan mesin photocopy.
3. Infrared transparency film, yaitu jenis transparansi yang
dapat diberi tulisan atau gambar dengan menggunakan
mesin thermofax.
OHP (Overhead Projector) adalah media yang digunakan
untuk memproyeksikan program-program transparansi pada
sebuah layar. Biasanya alat ini digunakan untuk menggantikan
papan tulis.
Ada dua jenis model OHP, yaitu :
1. OHP Classroom, yaitu OHP yang dirancang dan dibuat secara
permanen untuk disimpan di suatu kelas atau ruangan.
Biasanya memiliki bobot yang lebih berat dibandingkan
dengan OHP jenis portable.
2. OHP Portable, yaitu OHP yang dirancang agar mudah dibawa
kemana-mana, sehingga ukuran dan bobot beratnya lebih
ringkas.
Kelebihan Media OHT/OHP
1. Dapat digunakan untuk menyajikan pesan di semua ukuran
ruangan kelas.
2. Menarik, karena memungkinkan penyajian yang variatif dan
disertai dengan warna-warna yang menarik.
3. Tatap muka dengan siswa selalu terjaga dan memungkinkan
siswa untuk mencatat hal-hal yang penting.
4. Tidak memerlukan operator secara khusus dan tidak pula
memerlukan penggelapan ruangan.
5. Dapat menyajikan pesan yang banyak dalam waktu yang
relatif singkat.
6. Program OHT dapat digunakan berulang-ulang.
Kelemahan Media OHT/OHP
1. Memerlukan perencanaan yang matang dalam pembuatan
dan penyajiannya.
2. OHT dan OHP merupakan hal yang tak dapat dipisahkan,
karena sebuah gambar dalam kertas biasa tidak bisa
diproyeksikan melalui OHP.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar