Selamat Datang di Blogs Pendidikan dan Informasi ini, mudah-mudahan dalap memperkaya khasanah keilmuan dan informasi

Rabu, 16 Januari 2013

Kamis, 06 Oktober 2011

ABSTRAK

MERI NOFRIANTI, Bp.2107.033, Skripsi, “Kedisiplinan Siswa dalam Proses Pembelajaran di SDN 15 Pudung Kec. Ampek Nagari Kab. Agam”..Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) STAIN Bukittinggi, 2011.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penyebab siswa kurang disiplin atau melanggar peraturan dan tata tertib sekolah selama proses pembelajaran berlangsung baik itu dalam hal menggunakan waktu, bertingkah laku dalam proses pembelajaran di sekolah.
Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (Field Research) yang bersifat deskriptif kualitatif, yakni dengan mengembangkan dan menggambarkan atau menuliskan data secara sistematis,faktual dan akurat yang sesuai dengan fakta-fakta yang diperoleh di lapangan. Penelitian ini menggambarkan realitas yang kompleks mengenai kedisiplinan siswa dalam memanfaatkan waktu, dalam bertingkah laku dan dalam proses pembelajaran di kelas.Informan dalam penelitian ini adalah siswa ,guru dan kepala sekolah SDN 15 Pudung Kec. Ampek Nagari Kab. Agam tahun ajaran 2011-2012, yaitu untuk memperoleh data penulis menggunakan Angket bebas dan wawancara. Data  yang terkumpul kemudian di analisa dengan menggunakan teknik analisis deskriptif analisis, maksudnya data yang diperoleh tidak dituangkan dalam bilangan atau angka statistik melainkan dalam bentuk kualitatif.
Dari hasil penelitian dan analisa data diketahui bahwa penyebab siswa SDN 15 Pudung Kec. Ampek Nagari Kab. Agam, kurang disiplin dari segi waktu  kedatangannya ke sekolah adalah terlambat bangun pagi, jarak antara sekolah dengan rumahnya jauh, tidak tersedianya  transportasi yang cukup, dan membantu orang tua sebelum berangkat ke sekolah. Penyebab siswa kurang disiplin dari segi waktu masuk ke dalam kelas adalah siswa menonton TV sambil jajan di warung samping sekolah, bermain-main di perkarangan sekolah dan mengerjakan PR di luar kelas. Dari segi waktu keluar main yang belum pada waktunya adalah guru tidak ada di  kelas, sudah selesai belajar, dan sudah merasa lapar. Sementara penyebab siswa mempercepat waktu pulang adalah karena guru tidak ada di kelas, merasa sudah siap belajar, dan dikarenakan  kelas yang lain sudah ada yang pulang. Dari sisi kedisiplinan tingkah laku siswa kurang disiplin adalah karena pergaulan teman sebaya. Dan penyebab siswa kurang disiplin dalam belajar di kelas adalah karena tidak ada teman untuk menitipkan surat izin ke sekolah, dan karena malas mengirin surat izin ke sekolah. Berdasarkan temuan tersebut disimpulkan bahwa penyebab siswa SDN 15 Pudung  Kec. Ampek Nagari Kab. Agam kurang disiplin pada umumnya dipengaruhi oleh faktor eksternal.
ABSTRAK

NURRAHMI DAULAY, Bp: 2107.165, Skripsi “Hasil Belajar Aqidah Akhlak Dengan Strategi Pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) di Madrasah Diniyah Limo Jurai Sungai Pua”, Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), STAIN Bukittinggi, 2011.

Penelitian dilakukan di Madrasah Tsanawiyah Diniyah Limo Jurai, adapun yang melatarbelakangi penulis membahas judul ini, bahwa berdasarkan observasi awal di Madrasah Diniyah Limo Jurai penulis melihat masih banyak  siswa yang mendapatkan nilai yang rendah pada mata pelajaran Aqidah Akhlak. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka penulis tertarik untuk mengadakan sebuah eksperimen dengan menerapkan strategi CTL pada mata pelajaran Aqidah Akhlak.
CTL merupakan konsep pembelajaran yang mengaitkan antara materi pembelajaran dengan situasi dunia nyata yang berkembang dan terjadi di lingkungan sekitar peserta didik sehingga dia mampu menghubungkan dan menerapkan kompetensi hasil belajar dengan kehidupan sehari-hari mereka. Dalam pembelajaran CTL tugas guru adalah menciptakan lingkungan belajar yang alamiah, menyenangkan, tidak membosankan dan memberikan kemudahan bagi siswa dalam belajar.
Penelitian ini adalah penelitian eksperimen, peneliti melakukan treatment terhadap kelompok eksperimen. Dengan desain penelitian Pretest – Posttest Control Group Design. Dalam penelitian ini penulis membutuhkan dua kelas sampel yaitu kelas eksperimen sebanyak 18 orang yang diberikan perlakuan dan kelas kontrol sebanyak 20 orang yang tidak dikenakan perlakuan. Teknik sampel yang penulis gunakan adalah purposive sampling. Sedangkan alat pengumpul data yang digunakan adalah tes yang berbentuk objektif.
Dari hasil penelitian diperoleh rata-rata nilai hasil belajar siswa pada kelompok eksperimen sebesar 87,2 sedangkan pada kelompok kontrol sebesar 78,5. Dari hasil uji ststistik diperoleh t hitung sebesar 2,68 dengan taraf signifikansi 0,05 diperoleh t tabel sebesar 2,021. Jadi t hitung lebih besar dari t tabel, sehingga Ho ditolak. Hal ini berarti terdapat perbedaan hasil belajar Aqidah Akhlak siswa yang menggunakan strategi CTL.
Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa hipotesis yang berbunyi : “Terdapat perbedaan hasil belajar Aqidah Akhlak siswa dengan menggunakan strategi CTL dengan yang tidak menggunakan strategi CTL diterima, dan hipotesis nihil yang berbunyi : “Tidak terdapat perbedaan hasil belajar Aqidah Akhlak siswa dengan yang menggunakan strategi CTL dengan yang tidak menggunakan strategi CTL ditolak, yang berarti dengan penerapan strategi CTL dapat mempengaruhi hasil belajar Aqidah Akhlak. Berdasarkan uji hipotesis pihak kanan didapatkan hasil t hitung 2,68 dan t tabel pada taraf signifikan 0,05 didapat t tabel 1,684. Dengan demikian t hitung > dari t tabel, maka dapat diambil kesimpulan bahwa penggunaan strategi pembelajaran CTL lebih baik dari pada strategi pembelajaran konvensional.

Senin, 19 September 2011


ABSTRACT

Nora Fudhla, 2307.008, The Correlation of Using High Touch Approach and Students’ Test Result in English Teaching and Learning, (Study at Thawalib Islamic Boarding School Parabek), a Thesis, State Islamic College Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, 2011.

            This research aimed to reveal the correlation between the use of High Touch Approach and students’ test result in English teaching and learning. It was found that Thawalib Parabek had treated the students by High Touch Approach whose purposes are to make intimate relationship between teacher and students and also to increase the students’ achievement in English teaching and learning. But, in fact, although the teacher had applied this approach, the students’ test results were still various. Thus, the research was done in Thawalib Parabek to know whether the use of High Touch Approach gave significant correlation toward students’ test result in English teaching and learning.
            The research was a quantitative research. The researcher used questioner to collect the data about the use of High Touch Approach and teacher’s documentary to collect the data about the students’ test result. The population of this research was the second grade students in Thawalib Parabek who were treated High Touch Approach, they were 2.3 and 2,4 classes as much as 46 students. To determine the sample, the researcher used total sampling. It means all of the population was researched. To analyzed the data collected, the researcher used Spearman’s Coefficient of Rank Correlation (r) and to test the Hypothesis, the researcher used t-test formula and consult the result into t-table with a=0,05
          The result showed that the coefficient of correlation (r) gotten was -0,149. It means, there was negative correlation between the use of High Touch Approach toward students’ test result in English teaching and learning. Then, the contribution level obtained was 2,2%. In other words, the use of  High Touch Approach only gave contribution as much as 2,2% toward students’ test result. Besides, based on Hypothesis testing, the t-score gotten was 0,977 whereas t-table on a=0,05 was 1,6802. It means, the t-score was smaller rather the t-table. Thus, the Ha was rejected and the Ho which stated there is no significant correlation of using High Touch Approach toward students’ test result in English teaching and learning was accepted.

Jumat, 27 Mei 2011

Upaya Orangtua Membina Kecerdasan Spiritual Anak dalam Keluarga di Jorong Tigo Suku Paninjauan Kecamatan X Koto Kabupaten Tanah Datar

ABSTRAK

Iddirwan BP. 060600201205, “Upaya Orangtua Membina Kecerdasan Spiritual Anak dalam Keluarga di Jorong Tigo Suku Paninjauan Kecamatan X Koto Kabupaten Tanah Datar”. Skripsi, Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat, tahun 2011.
Berdasarkan survei awal di Jorong Tigo Suku banyak ditemukan anak-anak yang kurang memahami keimanan dan ibadah yang tidak teratur serta anak-anak yang kurang mendapatkan bimbingan, yang dapat mempengaruhi kecerdasan spiritual anak. Sehingga timbul keinginan bagi penulis untuk mengetahui sejauh mana usaha orangtua membina kecerdasan anak dalam keluarga.
Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan jenis kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi. Teknik pengolahan data yang digunakan adalah: mengorganisir file, membaca keseluruhan informasi, menguraikan setting sosial dan peristiwa yang diteliti, dan menginterpretasi penemuan.
Dari hasil penelitian diketahui upaya orangtua membina kecerdasan spiritual anak usia pra-sekolah dan usia sekolah dalam kekuarga di Jorong Tigo Suku Paninjauan mengenai keimanan, mayoritas orangtua melakukan usaha terhadap anak usia pra-sekolah dengan menyediakan media VCD, TV dan kaset-kaset Islami, sekali-kali disertai dengan penjelasan dari orangtua. Usaha terhadap anak usia sekolah dapat dikelompokkan pada tiga bentuk: 1) interaktif-komunikatif, 2) kurangnya interaktif-komunikatif, dan 3) tidak adanya interaktif-komunikatif.
Bimbingan ibadah shalat anak (pra-sekolah dan sekolah) usaha orangtua belum optimal, mayoritas orangtua hanya sekedar mengingatkan tanpa dengan perintah yang tegas dan pemahaman dari orangtua, sehingga kurangnya pengawasan ibadah shalat anak dan ibadah shalat anak pun juga tidak teratur.
Bimbingan ibadah puasa Ramadhan anak juga belum optimal, mayoritas orangtua hanya menanyakan anak untuk berpuasa tanpa adanya bimbingan yang berupa perintah yang tegas, motivasi dan pemahaman, sehingga anak-anak berpuasa hanya karena ikut-ikutan saja, tanpa mengetahui dan memahami arti dari puasa.
Dan bimbingan membaca Al-qur’an, mayoritas orangtua menyerahkan anaknya ke TPA/TPSA tanpa adanya bimbingan secara langsung dari orangtua, sehingga terlihat bahwa masih banyak anak-anak yang kurang pandai membaca Al-qur’an.

Minggu, 12 Desember 2010

RISALAH SEMINAR INTERNASIONAL DENGAN TEMA: AKAR SEJARAH DAN PERKEMBANGAN FUNDAMENTALISME ISLAM DI NUSANTARA

Prof. Azumardi Azra

Tema: Geneologi Radikalisme dan Masa depannya di Indonesia

1. Radikalisme memiliki akar-akar dontrinal dan historis sosiologis yang panjang.

2. Radikalisme bisa disebabkan faktor internal dan eksternal

3. Radikalisme Islam di Indonesia bukan sesuatu hal baru – sudah ada sejak masa-masa awal pasca kemerdekaan DI/TII.

4. Perlu penguatan Islam Washatiyah untuk merespon pemikiran gerakan radikal.

Prof. Mansor Mohd Noor

Tema: Manipulasi agama oleh Imajinasi agama Manusia

Ilmu agama mesti literasi di kalangan ahli, akademisi serta Ormas untuk menghindari manipulasi agama oleh manusia. Mendahulukan agama dalam arus perdana melalui diinstitusikan pelaksanaan Islam berteras rasional legal dituntut untuk memasti kestabilan dan kemajuan dalam negara.

Prof. Dr. H. Muhammad Bambang Pranowo

Tema : Militansi Islam Jawa

1. Sifat orang jawa Tiga Nga: ngalah, ngalih, dan ngamuk.

2. Ketika Islam datang para da’i Islam tidak serta merta mampu menyingkirkan budaya Hinduism dan Budhism yang Sinkretis.

3. Bangsa Indonesia perlu mewaspadai masuknya paham-paham yang ekstrim dan radikal yang memicu munculnya terorisme.

4. Merupakan fakta yang tak terbantahkan bahwa mereka yang terlibat dalam berbagai aksi terorisme di Indonesia kebanyakkan berasal dari jawa. Namun hal itu tidak dapat dijeneralisasi bahwa Islam di jawa sudah berobah corak menjadi Islam militan.

5. Militansi tersebut hanya dimiliki oleh sejumlah kecil orang jawa yang kebetulan memiliki pengalaman ikut berperang di Afganistan melawan tentara pendudukan Rusia.

6. Mereka sangat marah pada Amerika yang semula membantu mereka melawan Rusia terutama sesudah Amerika menyerang Afganistan pasca pristiwa 11 september 2001. Akibatnya mereka berupaya menghancurkan kepentingan Amerika di manapun berada dan musuh di Indonesia

7. Tindakan sejumlah orang jawa militan tadi tidak mungkin memperoleh dukungan luas di Jawa karena pada dasarnya Islam di Jawa dan nusantara pada umumnya adalah Islam yang berwatak “ramah” dalam interaksinya dengan pihak lain, bukan Islam yang “marah”.

Prof. Dr. Mestika Zed

Tema : Islam dan Budaya Lokal Minang Kabau Modren

1. Budaya Minang Kabau memiliki sejumlah karakteristik positif yang sesuai dengan tuntutan zaman

2. Ada persamaan antara budaya Minang Kabau dengan Islam dan keduanya bisa bersinergis dalam menghadapi perkembangan zaman

3. Terjadi ketegangan antara agama dengan adat di Minang Kabau, yaitu:

a. Dari sisi sumber : adat bersumber kepada tradisi ciptaan nenek moyang, sementara agama (Islam) bersumber kepada Al-Qur’an dan Sunnah.

b. Paradikma pemikiran adat berparadikma kepada empiris-induktif, agama berparadikma kewahyuan-deduktif.

c. Unit sosial, adat memiliki unit sosial lokal, sementara agama memiliki unit universal.

d. Sosiologis-historis, adat memiliki sosiologis –historis agraris, sementara agama memiliki sosiologis historis urban.

Dr. Nunu Burhanudddin, Lc. M. Ag

Tema: Akar dan Motif Fundamentalisme Islam

1. Akar dari motif fundamentalisme dapat dilihat dari tiga pembabakan: sebagai akar klasik, modren, dan kontemporer.

2. Fenomena kemoderenan merupakan akar terpenting yang memicu munculnya fundamentalisme:

a. Ikhwan Al-Muslimin di Mesir

b. Jamaah Islami di Pakistan dan

c. Jamaah Islamiyah di Malaysia

3. Tipologi fundamentalisme di Indonesia:

a. Fundamentalisme prakmatis

b. Fundamentalisme radikal

c.Fundamentalisme idialis

Kamis, 18 November 2010

STAIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi Lansanakan Lokakarya


Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukitinggi baru saja menggelar lokakarya "Peningkatan Aplikasi Kemampuan Berbicara dalam Bahasa Inggris". Lokakarya ini diadakan pada tanggal 12 dan 13 November 2010, dan diikuti oleh 30 orang dosen STAIN Bukittinggi. Lokakarya yang bertempat di Labor Bahasa STAIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi ini dan dibuka oleh Dra. Irna Andriyati, M. Pd pada Jum'at, 12 November 2010 pukul 14.00 WIB. Kegiatan ini berlangsung dengan penuh semangat dari para peserta lokakarya yang pada umumnya bukan saja dosen yang mengajar program studi bahasa Inggris. Sebab, kegiatan ini bertujuan agar dosen yang mengajar di STAIN Bukittinggi berani dan aktif dalam berbicara bahasa Inggris, sehingga terciptanya English Area atau kawasan berbahasa Inggris di Kampus yang terletak di Gurun Aur, Kubang Putih ini.

Pada lokakarya ini juga dihadirkan
native speaker atau penutur asli yaitu Christopher Clark yang berasal dari United State of America dan berprofesi sebagai Data Analyst & Dictionary Curator.

Hayati Syafri, S. S., M.Pd, selaku sekretaris panitia penyelenggara lokakarya yang juga merupakan dosen pengajar di STAIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi dalam program studi Bahasa Inggris berharap setelah lokakarya ini diadakan, para dosen khususnya yang mengikuti kegiatan ini bisa lebih berani dan aktif serta dapat menerapkan bahasa Inggris yang notabenenya merupakan bahasa internasional dalam lingkungan kampus.

Dalam kegiatan ini, para peserta mendapatkan materi dalam upaya peningkatan kemampuan berbicara bahasa Inggris. Kemudian, selain mendapat sertifikat, peserta juga mendapatkan bunga hidup yang dilakukan pada akhir acara. Yang istimewa, panitia juga memilih dua kategori bagi para peserta, yaitu peserta yang aktif dan memiliki motivasi besar, serta peserta terbaik yang memiliki kemampuan berbicara bahasa Inggris yang baik.


Untuk kategori pertama, Rita Vebrianta, M. Pd, dosen bahasa Arab meraih peserta terbaik pertama yang diikuti Rusdi, M. Si, dosen Matematika sebagai terbaik kedua dan terbaik ketiga diraih oleh Charles, M. Pd, Ketua Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI). Sementara itu, untuk kategori peserta terbaik yang memiliki kemampuan berbicara bahasa Inggris yang baik diraih oleh Budi Santosa, M. Pd, dosen Bimbingan Konseling (BK). Kemudian, terbaik kedua dan ketiga diraih oleh Linda Yarni, Msi, dosen BK serta Drs. Miswarmunir, M. Ag, Kepala Perpustakaan STAIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi.

Singkatnya, kegiatan ini diharapkan dapat memicu kemampuan berbahasa Inggris tenaga pengajar di perguruan tinggi menjadi semakin baik. (*)

Rabu, 17 November 2010

LESSON STUDY PENDEKATAN INTEGRATIF UNTUK MAHASISWA AKTIF


30 DOSEN STAIN WORKSHOP POLA PEMBELAJARAN INTERAKTIF

BUKITTINGGI – Tidak semua dosen bisa mengaplikasikan metoda yang tepat untuk meningkatkan keaktifan mahasiswa dalam belajar. Kecendrungan dosen lebih aktif dalam proses belajar mengajar harus diminimalisir dengan pendekatan andragogi agar tujuan pembelajaran dapat berjalan dengan maksimal. Jika keaktifan mahasiswa terlaksana optimal maka tidak ada lagi keluhan bahwa belajar terasa membosankan dan ketidakpahaman dalam penyerapan materi karena kurangnya distribusi oksigen keotak akibat kurang gerak fisik maupun stimulasi ide dan pikiran.

Berdasarkan latar belakang tersebut maka STAIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi kembali mengangkatkan pelatihan untuk dosen dengan tema Meningkatkan Keaktifan Mahasiswa dalam Proses Pembelajaran Melalui Lesson Study yang dilaksanakan pada hari Jumat dan Sabtu (19-20 Nov 2010) di Kampus II STAIN Bukittinggi. Lesson Study adalah suatu pendekatan yang baru dilouncing di UNP. Pendekatan baru ini merupakan suatu pendekatan yang mengintegrasikan seluruh pendekatan yang ada untuk menstimulasi mahasiswa agar lebih aktif dalam proses pembelajaran nantinya,” ujar Ketua Panitia Linda Yarni,S.Ag, M.Si didampingi Sekretaris Panitia Isnaniah,M.Pd.

Acara dimulai pukul 09.00 Wib dan dihadiri oleh narasumber yang telah berpengalaman di dunia pendidikan dan aktif sebagai dosen di Universitas Negeri Padang (UNP) , diantaranya Dr. Darmansyah, M.Pd, Prof. Dr. Jasrial, M.Pd, dan Dr. Rusdinal, M.Pd.

Materi pelatihan dipilih sedemikian rupa yang disesuaikan dengan tujuan pelatihan dilaksanakan, diantaranya Problem Based Instruction, Inquiry Learning, Cooperative Learning Tipe TAI dan Cooperative Learning Tipe Jigsaw.

Pelatihan ini dikuti oleh 30 orang dosen yang merupakan represestatif dari jurusan Tarbiyah meliputi Prodi Pendidikan Agama Islam, Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Matematika, Pendidikan Bimbingan dan Konseling, Pendidikan Tekonologi Informatika dan Komputer.

Acara dibuka oleh Ketua STAIN Bukittinggi diwakili oleh Pembantu Ketua I Bidang Akademik Dr. Ridha Ahida, M.Hum. Ketua pelaksana Linda Yarni S.Ag, M.Si mengungkapkan “Doa dan harapan kami semoga acara ini bisa berjalan dengan lancar dan bisa berkontribusi untuk peningkatan kopetensi dosen STAIN kedepan”. (Hayati Syafri)

Kamis, 28 Oktober 2010

STAIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi Laksanakan Acara Pelatihan Jurnalistik


BUKITTINGGI – Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi yang dipimpin oleh Dr. H. Ismalil Novel, M. Ag, kembali melaksanakan Pelatihan Jurnalistik bagi mahasiswanya. Acara tersebut dilaksanakan dari tanggal 28-30 Oktober 2010 di kampus II STAIN Bukittinggi. Pelatihan dengan tema, “Melalui pelatihan jurnalistik kita tumbuh kembangkan budaya menulis” ini bertujuan untuk memperkaya wawasan mahasiswa nya di bidang jurnalistik.

Acara dibuka Ketua STAIN Bukittinggi diwakili oleh Pembantu Ketua III Bidang Akademik Dr. Syaiful Amin, M. Ag. Di sela pembukaan dia mengatakan, Seseorang dikenal karena dua hal, yaitu karena kemampuannya berorasi di depan umum dan kemampuannya dalam menulis.

"Kemampuan berorasi dapat dilatih memalui pembiasaan dan menulis juga dilakukan melalui latihan-latihan. Disaat kedua kemampuan ini berimbang maka sesorang akan menjadi terkenal," ujarnya.

Peserta pelatihan terdiri dari 30 orang yang merupakan represestatif dari jurusan Tarbiyah meliputi prodi Pendidikan Agama Islam, pendidikan bahasa Inggris, pendidikan Matematika, pendidikan Bimbingan dan Konseling, pendidikan Tekonologi Informatika dan Komputer. Jurusan Syariah program studi Ahwalussyakshiyah (hukum perdata), Jinayah Siyasah (politik dan pidana Islam), muamalah (hukum ekonomi Islam) dan D.III Perbankkan Syariah.

Materi pelatihan diantaranya teknik menulis berita, meliput berita, feature, teknik menulis jurnal dan kolom, kode etik jurnalistik, perlindungan hukum dan kebebasan pers, serta teknik meresensi buku.

Narasumber berasal dari kalangan pers dan dosen diantaranya Dalmendra Dt Pamunjak (wartawan dan presenter Padang TV), Muhammda Subhan (Pimpinan Redaksi http://www.korandigital.com/), Musriadi Mursanif (wartawan Harian Singgalang), Nova Indra (PPWI kota Padang Panjang), Dr. H. Nunu Burhanuddin, Lc., M. Ag , dan Novi Hendri, M. Ag (Dosen STAIN Bukittinggi), serta Yon Efri, MH (Advocad dan Dosen Fakultas Hukum UMSB Bukittinggi).

Ketua pelaksana pelatihan Arifmiboy, S. Ag, M. Pd mengungkapkan bahwa “melalui pelatihan ini kami berharap dapat mengembangkan potensi mahasiswa terutama dalam hal menulis. "Karena STAIN Bukittinggi tidak hanya mempersiapkan lulusan yang handal /kompeten dengan ilmu-ilmu keagamaan dan teknologi, tetapi juga memiliki wawasan yang luas, salah satunya keterampilan dalam Jurnalistik”.

Kamis, 21 Oktober 2010

PENDEKATAN CONTRUCTIVIS DALAM PEMBELAJARAN STATISTIK PENDIDIKAN

Oleh: Arifmiboy, S. Ag, M. Pd


Abstrac

The aim of the research were to know the effect of teaching Education Statistic by using a Contructivism approach on students' Statistic achievement were compared with teaching Statistic by using a conventional approach. The research was conducted at STAIN Sjech M. Djamil Jambek Bukittinggi. The population of the research was the fourth smester students of STAIN Sjech M. Djamil Jambek Bukittinggi on 2008/2009. The kind of the research is quasi experiment block design. Two parallel classes were randomly selected. One class was used as an experimental class, and another class was used as a control class. Each class consisted of 27 students. The data were collected through administering Statistic test. The validity and reliability of the test were tested. The data were analysed by using t test and variance analysis. The results of the research showed that students who were taught by using the Constructivism approach had better Statistic leaming achievement than students who were taught by using a conventional approach at STAIN Sjech M. Djamil Jambek Bukittinggi.


Key Words:

Contructivis, discovery learning, self-regulated learning, scaffolding

dan cooperative learning

Minggu, 29 Agustus 2010

PENGARUH UMPAN BALIK PENGAJARAN SKI TERHADAP AKTIVITAS BELAJAR SISWA MTSN PITALAH

ABSTRAK

ZULVIA RAHMI, BP.2106.042, judul skripsi “Pengaruh Umpan Balik Pengajaran SKI Terhadap Aktivitas Belajar Siswa MTsN Pitalah”, Jurusan Tarbiyah Program Studi Pendidikan Agama Islam Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sjech M.Djamil Djambek Bukittinggi, 2010.

Penelitian yang dilakukan di MTsN Pitalah ini dilatarbelakangi oleh observasi awal terhadap pemberian umpan balik pengajaran SKI dan aktivitas belajar siswa. Penulis melihat guru SKI memberikan umpan balik dengan baik yang seharusnya dapat dimanfaatkan oleh siswa untuk memperbaiki cara belajarnya, namun kenyataannya aktivitas belajar siswa masih bervariasi, ada yang lebih giat belajar setelah menerima umpan balik tersebut, dan ada yang tidak. Berdasarkan permasalahan tersebut, timbullah suatu pertanyaan apakah umpan balik pengajaran SKI memberikan pengaruh positif yang signifikan terhadap aktivitas belajar siswa atau tidak.

Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan (field research) dalam bentuk penelitian korelasional dengan pendekatan kuantitatif. Dari jumlah populasi sebanyak 204 orang, sampel yang diambil berjumlah 52 orang. Dalam pengambilan sampel ini penulis menggunakan teknik stratified random sampling, karena jumlah populasi lebih dari 100 orang maka penulis mengambil 25% nya sebagai sampel. Data diperoleh melalui penyebaran angket, kemudian diolah dengan menggunakan rumus korelasi product moment, setelah itu dilakukan interpretasi data.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh umpan balik pengajaran SKI terhadap aktivitas belajar siswa adalah cukup berarti, karena indeks korelasi yang diperoleh sebesar rxy = 0,61 berkisar antara 0,40-0,70. Bentuk korelasinya positif dengan derajat hubungan atau koefisien determinasi 0,61² x 100%= 37,21% ini berarti bahwa pengaruh umpan balik pengajaran SKI terhadap aktivitas belajar siswa hanya 37,21% sedangkan sisanya 62,79% dipengaruhi oleh faktor lain. Hasil tersebut penulis konsultasikan dengan tabel nilai “r” product moment dengan df = 50 pada taraf signifikansi 1% diperoleh rt 0,361 dan berdasarkan kaidah pengujian kebenaran atau kepalsuan hipotesis dengan membandingkan rxy dengan rt. Apabila rxy ≥ rt maka hipotesis alternatif diterima dan hipotesis nihil ditolak. Dengan demikian hasil temuan diperoleh rxy > rt (0,61 > 0,361) maka pada taraf signifikansi 1% hipotesis nol ditolak sedangkan hipotesis alternatif diterima, berarti pada taraf signifikansi 1% memang terdapat pengaruh positif yang signifikan antara variabel X dan Y.
Dari hasil penelitian yang diperoleh, telah melahirkan suatu pemahaman baru bahwa pemberian umpan balik pengajaran memberikan pengaruh positif yang cukup berarti terhadap aktivitas belajar siswa.