Selamat Datang di Blogs Pendidikan dan Informasi ini, mudah-mudahan dalap memperkaya khasanah keilmuan dan informasi

Minggu, 29 Maret 2009

HAKEKAT MEDIA

HAKIKAT MEDIA
DALAM PEMBELAJARAN
A. PEMBELAJARAN SEBAGAI PROSES KOMUNIKASI
Pembelajaran merupakan suatu kegiatan yang
melibatkan seseorang dalam upaya memperoleh pengetahuan,
keterampilan dan nilai-nilai positif dengan memanfaatkan
berbagai sumber untuk belajar. Pembelajaran dapat
melibatkan dua pihak yaitu siswa sebagai pembelajar dan guru
sebagai fasilitator. Yang terpenting dalam kegiatan
pembelajaran adalah terjadinya proses belajar (learning
process). Sebab sesuatu dikatakan hasil belajar kalau
memenuhi beberapa ciri berikut : (1) belajar sifatnya disadari,
dalam hal ini siswa merasa bahwa dirinya sedang belajar,
timbul dalam dirinya motivasi-motivasi untuk memiliki
pengetahuan yang diharapkan sehingga tahapan-tahapan
dalam belajar sampai pengetahuan itu dimiliki secara
permanen (retensi) betul-betul disadari sepenuhnya. (2) hasil
belajar diperoleh dengan adanya proses, dalam hal ini
pengetahuan diperoleh tidak secara spontanitas, instant,
namun bertahap (sequensial). Seorang anak bisa membaca
tentu tidak diperoleh hanya dalam waktu sesaat namun
berproses cukup lama, kemampuan membaca diawali dengan
kemampuan mengeja, mengenal huruf, kata dan kalimat.
Seseorang yang tiba-tiba memiliki kecakapan seperti lari
dengan kecepatan tinggi karena akibat doping, bukanlah hasil
dari kegiatan belajar, namun efek dari obat atau zat kimia
yang dikonsumsinya. (3) Belajar membutuhkan interaksi,
khususnya interaksi yang sifatnya manusiawi. Seorang siswa
akan lebih cepat memiliki pengetahuan karena bantuan dari
guru, pelatih ataupun instruktur. Dalam hal ini terjadi
komunikasi dua arah antara siswa dan guru.
Media Pembelajaran
Hakikat Media 2
Kaitannya bahwa belajar membutuhkan interaksi,
hal ini menunjukan bahwa proses pembelajaran merupakan
proses komunikasi, artinya didalamnya terjadi proses
penyampaian pesan dari seseorang (sumber pesan) kepada
seseorang atau sekelompok orang (penerima pesan), Kemp
(1975:15) menggambarkan proses komunikasi sebagai berikut :
Pesan yang dikirimkan biasanya berupa informasi atau
keterangan dari pengirim (sumber) pesan. Pesan tersebut
diubah dalam bentuk sandi-sandi atau lambang-lambang
seperti kata-kata, bunyi-bunyi, gambar dan sebagainya.
Melalui saluran (channel) seperti radio, televisi, OHP, film,
pesan diterima oleh si penerima pesan melalui indera (mata
dan telinga) untuk diolah, sehingga pesan yang disampaikan
oleh penyampai pesan dapat diterima dan dipahami oleh si
penerima pesan. Lihatlah gambar di bawah ini :
Berdasarkan gambar di atas menunjukan bahwa komunikasi
merupakan sebuah sistem yang didalamnya terdapat beberapa
komponen yang terlibat, diantaranya komunikator, komunikan,
channel, message, feed back dan noise /barier. Pesan yang
disampaikan oleh komunikator diteruskan oleh saluran atau
channel sampai ke komunikan sebagai penerima pesa.
Dipahami atau tidaknya sebuah pesan oleh komunikan
tergantung dari feed back yang diberikan oleh komunikan.
Feedback positif menunjukan bahwa pesan dipahami dengan
baik, sebaliknya feedback negatif menunjukan pesan mungkin
saja tidak dipahami dengan benar. Untuk membantu
penyampaian pesan ini diperlukan saluran berupa media
pembelajaran. Faktor yang dapat menyebabkan pesan tidak
dipahami dengan baik karena adanya noise dan barier atau
hambatan dan gangguan, noise ini dapat dialami oleh
komunikator, bisa terjadi pada komunikan , pada pesan juga
pada channel. Misalnya siswa tidak mengerti apa yang
dijelaskan guru karena kondisi perut sedang sakit, berarti
gangguan ada pada komunikan, siswa tidak menerima materi
dengan jelas karena saat itu sedang ada pembangunan
sehingga suasana berisik mengganggu pendengaran, hal ini
salurannya yang terganggu. Guru tidak entusias, tidak
bergairah dalam mengajar sehingga siswa kurang mengerti apa
yang diterangkan gurunya karena guru teresebut sedang ada
masalah keluarga, hal ini gangguan pada komunikator.
Selain faktor-faktor tersebut, terdapat juga
beberapa faktor yang dapat mempengaruhi efektivitas sebuah
komunikasi, baik faktor yang terjadi pada pengirim maupun
pada penerima pesan. Ishak (1995:3) menjelaskan
diantaranya :
1. Kemampuan berkomunikasi penyampai pesan seperti
kemampuan bertutur dan berbahasa dan kemampuan
menulis. Sedangkan faktor dari penerima pesan
diantaranya kemampuan untuk menerima dan menangkap
pesan seperti mendengar, melihat, dan
menginterpretasikan pesan.
2. Sikap dan pandangan penyampai pesan kepada penerima
pesan dan sebaliknya. Misalnya , rasa benci, pandangan
negatif, prasangka, merendahkan satu diantara kedua
Hakikat Media 3
Media Pembelajaran
Hakikat Media 4
belah pihak, sehingga akan menimbulkan kurangnya respon
terhadap isi psan yang disampaikan.
3. Tingkat pengetahuan baik penerima maupun penyampai
pesan. Sumber pesan yang kurang memahami informasi
yang ingin dicapai akan mempengaruhi gaya dan sikap
dalam proses penyampai pesan. Sebaliknya, penerima
pesan yang kurang mempunyai pengetahuan dan
pengalaman terhadap informasi yang disampaikan tidak
akan mempu mencerna informasi dengan baik.
4. Latar belang sosial budaya dan ekonomi penyampai pesan
serta penerima pesan. Ketanggapan penerima pesan dalam
merespon informasi tergantung dari siapa dan oleh siapa
pesan itu disampaikan.
Berdasarkan uraian di atas, jelas tergambar bahwa
media merupakan bagian dari proses komunikasi. Baik
buruknya sebuah komunikasi ditunjang oleh penggunaan
saluran dalam komunikasi tersbut. Saluran / channel yang
dimaksud di atas adalah media. Karena pada dasarnya
pembelajaran merupakan proses komunikasi, maka media yang
dimasuk adalah media pembelajaran.
Bagan di atas menunjukkan bahwa dalam proses pembelajaran
itu terdapat pesan-pesan yang harus dikomunikasikan. Pesan tersebut
biasanya merupakan isi dari suatu topik pembelajaran. Pesan-pesan
tersebut disampaikan oleh guru kepada siswa melalui suatu media
dengan menggunakan prosedur pembelajaran tertentu yang disebut
metode.
Dalam sistem pembelajaran modern saat ini, siswa tidak
hanya berperan sebagai komunikan atau penerima pesan, bisa
saja siswa bertindak sebagai komunikator atau penyampai pesan.
Dalam kondisi seperti itu, maka terjadi apa yang disebut dengan
komunikasi dua arah (two way traffic communication) bahkan
komunikasi banyak arah (multi way traffic communication).
Dalam bentuk komunikasi pembelajaran manapun sangat
dibutuhkan peran media untuk lebih meningkatkan tingkat
keefektifan pencapaian tujuan/kompetensi. Artinya, proses
pembelajaran tersebut akan terjadi apabila ada komunikasi
antara penerima pesan dengan sumber/penyalur pesan lewat
media tersebut. Menurut Berlo (1960), komunikasi tersebut akan
efektif jika ditandai dengan adanya “area of experience” atau
daerah pengalaman yang sama antara penyalur pesan dengan
penerima pesan
B. KEDUDUKAN MEDIA DALAM SISTEM PEMBELAJARAN
Sebelum membahas tentang sistem pembelajaran,
kita pahami terlebih dahulu kata sistem. Sistem adalah suatu
totalitas yang terdiri dari sejumlah komponen atau bagian yang
saling berkaitan dan saling mempengaruhi satu dengan yang
lainnya. Pembelajaran dikatakan sebagai sistem karena
didalamnya mengandung komponen yang saling berkaitan untuk
mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan. Komponen –
komponen tersebut meliputi : tujuan, materi, metode, media dan
evaluasi. Masing-masing kompone saling berkaitan erat
merupakan satu kesatuan. Untuk lebih memahami sistem
pembelajaran lihatlah gambar di bawah ini :
Proses perancangan pembelajaran selalu diawali
dengan perumusan tujuan instruksional khusus sebagai
pengembangan dari tujuan instruksional umum. Dalam kurikulum
2006 perumusan indikator selalu merujuk pada kompetensi dasar
dan kompetensi dasar selalu merujuk pada standar kompetensi.
Usaha untuk menunjang pencapaian tujuan pembelajaran dibantu
oleh penggunaan alat bantu pembelajaran yang tepat dan sesuai
karakteristik komponen penggunannya. Setelah itu guru
menentukan alat dan melaksansakannya evaluasi. Hasil dari
evaluasi dapat menjadi bahan masukan atau umpan balik kegiatan
yang telah dilaksanakan. Apabila ternyata hasil belajar siswa
rendah, maka kita mengidentifikasi bagian-bangain apa yang
mengakibatkannya. Khususnya dalam penggunaan media, maka
perlu melihat bagaimana efektivitas apakah yang menjadi faktor
penyebabnya.
C. PENGERTIAN MEDIA
Sebelum kita membahas lebih jauh mengenai media, baiklah
kita simak dulu pengertiannya. Kata “media” berasal dari kata latin,
merupakan bentuk jamak dari kata “medium”. Secara harfiah kata
tersebut mempunyai arti perantara atau pengantar. Akan tetapi
sekarang kata tersebut digunakan, baik untuk bentuk jamak maupun
mufrad. Kemudian telah banyak pakar dan juga organisasi yang
memberikan batasan mengenai pengertian media. Beberapa diantaranya
mengemukakan bahwa media adalah sebagai berikut :
Ο Teknologi pembawa pesan yang dapat dimanfaatkan untuk
keperluan pembelajaran. Jadi media adalah perluasan dari guru
(Schram, 1977).
Ο Sarana komunikasi dalam bentuk cetak maupun audio visual,
termasuk teknologi perangkat kerasnya (NEA, 1969).
Ο Alat untuk memberikan perangsang bagi siswa supaya terjadi proses
belajar (Briggs, 1970).
Ο Segala bentuk dan saluran yang dipergunakan untuk proses
penyaluran pesan (AECT, 1977).
Ο Berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat
merangsang siswa untuk belajar (Gagne, 1970).
Ο Segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan yang
dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemauan siswa
untuk belajar (Miarso, 1989).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar