Running teks
Sabtu, 28 Mei 2011
Jumat, 27 Mei 2011
Upaya Orangtua Membina Kecerdasan Spiritual Anak dalam Keluarga di Jorong Tigo Suku Paninjauan Kecamatan X Koto Kabupaten Tanah Datar
Minggu, 12 Desember 2010
RISALAH SEMINAR INTERNASIONAL DENGAN TEMA: AKAR SEJARAH DAN PERKEMBANGAN FUNDAMENTALISME ISLAM DI NUSANTARA
Prof. Azumardi Azra
Tema: Geneologi Radikalisme dan Masa depannya di Indonesia
1. Radikalisme memiliki akar-akar dontrinal dan historis sosiologis yang panjang.
2. Radikalisme bisa disebabkan faktor internal dan eksternal
3. Radikalisme Islam di Indonesia bukan sesuatu hal baru – sudah ada sejak masa-masa awal pasca kemerdekaan DI/TII.
4. Perlu penguatan Islam Washatiyah untuk merespon pemikiran gerakan radikal.
Prof. Mansor Mohd Noor
Tema: Manipulasi agama oleh Imajinasi agama Manusia
Ilmu agama mesti literasi di kalangan ahli, akademisi serta Ormas untuk menghindari manipulasi agama oleh manusia. Mendahulukan agama dalam arus perdana melalui diinstitusikan pelaksanaan Islam berteras rasional legal dituntut untuk memasti kestabilan dan kemajuan dalam negara.
Prof. Dr. H. Muhammad Bambang Pranowo
Tema : Militansi Islam Jawa
1. Sifat orang jawa Tiga Nga: ngalah, ngalih, dan ngamuk.
2. Ketika Islam datang para da’i Islam tidak serta merta mampu menyingkirkan budaya Hinduism dan Budhism yang Sinkretis.
3. Bangsa Indonesia perlu mewaspadai masuknya paham-paham yang ekstrim dan radikal yang memicu munculnya terorisme.
4. Merupakan fakta yang tak terbantahkan bahwa mereka yang terlibat dalam berbagai aksi terorisme di Indonesia kebanyakkan berasal dari jawa. Namun hal itu tidak dapat dijeneralisasi bahwa Islam di jawa sudah berobah corak menjadi Islam militan.
5. Militansi tersebut hanya dimiliki oleh sejumlah kecil orang jawa yang kebetulan memiliki pengalaman ikut berperang di Afganistan melawan tentara pendudukan Rusia.
6. Mereka sangat marah pada Amerika yang semula membantu mereka melawan Rusia terutama sesudah Amerika menyerang Afganistan pasca pristiwa 11 september 2001. Akibatnya mereka berupaya menghancurkan kepentingan Amerika di manapun berada dan musuh di Indonesia
7. Tindakan sejumlah orang jawa militan tadi tidak mungkin memperoleh dukungan luas di Jawa karena pada dasarnya Islam di Jawa dan nusantara pada umumnya adalah Islam yang berwatak “ramah” dalam interaksinya dengan pihak lain, bukan Islam yang “marah”.
Prof. Dr. Mestika Zed
Tema : Islam dan Budaya Lokal Minang Kabau Modren
1. Budaya Minang Kabau memiliki sejumlah karakteristik positif yang sesuai dengan tuntutan zaman
2. Ada persamaan antara budaya Minang Kabau dengan Islam dan keduanya bisa bersinergis dalam menghadapi perkembangan zaman
3. Terjadi ketegangan antara agama dengan adat di Minang Kabau, yaitu:
a. Dari sisi sumber : adat bersumber kepada tradisi ciptaan nenek moyang, sementara agama (Islam) bersumber kepada Al-Qur’an dan Sunnah.
b. Paradikma pemikiran adat berparadikma kepada empiris-induktif, agama berparadikma kewahyuan-deduktif.
c. Unit sosial, adat memiliki unit sosial lokal, sementara agama memiliki unit universal.
d. Sosiologis-historis, adat memiliki sosiologis –historis agraris, sementara agama memiliki sosiologis historis urban.
Dr. Nunu Burhanudddin, Lc. M. Ag
Tema: Akar dan Motif Fundamentalisme Islam
1. Akar dari motif fundamentalisme dapat dilihat dari tiga pembabakan: sebagai akar klasik, modren, dan kontemporer.
2. Fenomena kemoderenan merupakan akar terpenting yang memicu munculnya fundamentalisme:
a. Ikhwan Al-Muslimin di Mesir
b. Jamaah Islami di Pakistan dan
c. Jamaah Islamiyah di Malaysia
3. Tipologi fundamentalisme di Indonesia:
a. Fundamentalisme prakmatis
b. Fundamentalisme radikal
c.Fundamentalisme idialis
Kamis, 18 November 2010
STAIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi Lansanakan Lokakarya

Pada lokakarya ini juga dihadirkan native speaker atau penutur asli yaitu Christopher Clark yang berasal dari United State of America dan berprofesi sebagai Data Analyst & Dictionary Curator.
Hayati Syafri, S. S., M.Pd, selaku sekretaris panitia penyelenggara lokakarya yang juga merupakan dosen pengajar di STAIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi dalam program studi Bahasa Inggris berharap setelah lokakarya ini diadakan, para dosen khususnya yang mengikuti kegiatan ini bisa lebih berani dan aktif serta dapat menerapkan bahasa Inggris yang notabenenya merupakan bahasa internasional dalam lingkungan kampus.
Dalam kegiatan ini, para peserta mendapatkan materi dalam upaya peningkatan kemampuan berbicara bahasa Inggris. Kemudian, selain mendapat sertifikat, peserta juga mendapatkan bunga hidup yang dilakukan pada akhir acara. Yang istimewa, panitia juga memilih dua kategori bagi para peserta, yaitu peserta yang aktif dan memiliki motivasi besar, serta peserta terbaik yang memiliki kemampuan berbicara bahasa Inggris yang baik.
Untuk kategori pertama, Rita Vebrianta, M. Pd, dosen bahasa Arab meraih peserta terbaik pertama yang diikuti Rusdi, M. Si, dosen Matematika sebagai terbaik kedua dan terbaik ketiga diraih oleh Charles, M. Pd, Ketua Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI). Sementara itu, untuk kategori peserta terbaik yang memiliki kemampuan berbicara bahasa Inggris yang baik diraih oleh Budi Santosa, M. Pd, dosen Bimbingan Konseling (BK). Kemudian, terbaik kedua dan ketiga diraih oleh Linda Yarni, Msi, dosen BK serta Drs. Miswarmunir, M. Ag, Kepala Perpustakaan STAIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi.
Rabu, 17 November 2010
LESSON STUDY PENDEKATAN INTEGRATIF UNTUK MAHASISWA AKTIF
BUKITTINGGI – Tidak semua dosen bisa mengaplikasikan metoda yang tepat untuk meningkatkan keaktifan mahasiswa dalam belajar. Kecendrungan dosen lebih aktif dalam proses belajar mengajar harus diminimalisir dengan pendekatan andragogi agar tujuan pembelajaran dapat berjalan dengan maksimal. Jika keaktifan mahasiswa terlaksana optimal maka tidak ada lagi keluhan bahwa belajar terasa membosankan dan ketidakpahaman dalam penyerapan materi karena kurangnya distribusi oksigen keotak akibat kurang gerak fisik maupun stimulasi ide dan pikiran.
Acara dimulai pukul 09.00 Wib dan dihadiri oleh narasumber yang telah berpengalaman di dunia pendidikan dan aktif sebagai dosen di Universitas Negeri Padang (UNP) , diantaranya Dr. Darmansyah, M.Pd, Prof. Dr. Jasrial, M.Pd, dan Dr. Rusdinal, M.Pd.
Materi pelatihan dipilih sedemikian rupa yang disesuaikan dengan tujuan pelatihan dilaksanakan, diantaranya Problem Based Instruction, Inquiry Learning, Cooperative Learning Tipe TAI dan Cooperative Learning Tipe Jigsaw.
Pelatihan ini dikuti oleh 30 orang dosen yang merupakan represestatif dari jurusan Tarbiyah meliputi Prodi Pendidikan Agama Islam, Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Matematika, Pendidikan Bimbingan dan Konseling, Pendidikan Tekonologi Informatika dan Komputer.
Acara dibuka oleh Ketua STAIN Bukittinggi diwakili oleh Pembantu Ketua I Bidang Akademik Dr. Ridha Ahida, M.Hum. Ketua pelaksana Linda Yarni S.Ag, M.Si mengungkapkan “Doa dan harapan kami semoga acara ini bisa berjalan dengan lancar dan bisa berkontribusi untuk peningkatan kopetensi dosen STAIN kedepan”. (Hayati Syafri)
Kamis, 28 Oktober 2010
STAIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi Laksanakan Acara Pelatihan Jurnalistik
BUKITTINGGI – Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi yang dipimpin oleh Dr. H. Ismalil Novel, M. Ag, kembali melaksanakan Pelatihan Jurnalistik bagi mahasiswanya. Acara tersebut dilaksanakan dari tanggal 28-30 Oktober 2010 di kampus II STAIN Bukittinggi. Pelatihan dengan tema, “Melalui pelatihan jurnalistik kita tumbuh kembangkan budaya menulis” ini bertujuan untuk memperkaya wawasan mahasiswa nya di bidang jurnalistik.
Acara dibuka Ketua STAIN Bukittinggi diwakili oleh Pembantu Ketua III Bidang Akademik Dr. Syaiful Amin, M. Ag. Di sela pembukaan dia mengatakan, Seseorang dikenal karena dua hal, yaitu karena kemampuannya berorasi di depan umum dan kemampuannya dalam menulis.
"Kemampuan berorasi dapat dilatih memalui pembiasaan dan menulis juga dilakukan melalui latihan-latihan. Disaat kedua kemampuan ini berimbang maka sesorang akan menjadi terkenal," ujarnya.
Peserta pelatihan terdiri dari 30 orang yang merupakan represestatif dari jurusan Tarbiyah meliputi prodi Pendidikan Agama Islam, pendidikan bahasa Inggris, pendidikan Matematika, pendidikan Bimbingan dan Konseling, pendidikan Tekonologi Informatika dan Komputer. Jurusan Syariah program studi Ahwalussyakshiyah (hukum perdata), Jinayah Siyasah (politik dan pidana Islam), muamalah (hukum ekonomi Islam) dan D.III Perbankkan Syariah.
Materi pelatihan diantaranya teknik menulis berita, meliput berita, feature, teknik menulis jurnal dan kolom, kode etik jurnalistik, perlindungan hukum dan kebebasan pers, serta teknik meresensi buku.
Narasumber berasal dari kalangan pers dan dosen diantaranya Dalmendra Dt Pamunjak (wartawan dan presenter Padang TV), Muhammda Subhan (Pimpinan Redaksi http://www.korandigital.com/), Musriadi Mursanif (wartawan Harian Singgalang), Nova Indra (PPWI kota Padang Panjang), Dr. H. Nunu Burhanuddin, Lc., M. Ag , dan Novi Hendri, M. Ag (Dosen STAIN Bukittinggi), serta Yon Efri, MH (Advocad dan Dosen Fakultas Hukum UMSB Bukittinggi).
Ketua pelaksana pelatihan Arifmiboy, S. Ag, M. Pd mengungkapkan bahwa “melalui pelatihan ini kami berharap dapat mengembangkan potensi mahasiswa terutama dalam hal menulis. "Karena STAIN Bukittinggi tidak hanya mempersiapkan lulusan yang handal /kompeten dengan ilmu-ilmu keagamaan dan teknologi, tetapi juga memiliki wawasan yang luas, salah satunya keterampilan dalam Jurnalistik”.
-
Ada b eberapa pendapat tentang definisi pengelolaan kelas menurut para ahli, antara lain : Arikunto (2002) mengatakan bahwa pengelolaan ...
-
1. ARISAN Media : Buat kartu (10x10 cm) sejumlah siswa untuk menulis jawaban dan kartu/kertas ukuran 5x5 cm untuk menulis soal ...
-
ABSTRACT Nora Fudhla, 2307.008, The Correlation of Using High Touch Approach and Students’ Test Result i...