Running teks

Selamat Datang di Blog Pendidikan dan Informasi, Silahkan dibaca, atau download berbagai materi perkuliahan yang saudara butuhkan...

Kamis, 06 Oktober 2011

ABSTRAK

NURRAHMI DAULAY, Bp: 2107.165, Skripsi “Hasil Belajar Aqidah Akhlak Dengan Strategi Pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) di Madrasah Diniyah Limo Jurai Sungai Pua”, Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), STAIN Bukittinggi, 2011.

Penelitian dilakukan di Madrasah Tsanawiyah Diniyah Limo Jurai, adapun yang melatarbelakangi penulis membahas judul ini, bahwa berdasarkan observasi awal di Madrasah Diniyah Limo Jurai penulis melihat masih banyak  siswa yang mendapatkan nilai yang rendah pada mata pelajaran Aqidah Akhlak. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka penulis tertarik untuk mengadakan sebuah eksperimen dengan menerapkan strategi CTL pada mata pelajaran Aqidah Akhlak.
CTL merupakan konsep pembelajaran yang mengaitkan antara materi pembelajaran dengan situasi dunia nyata yang berkembang dan terjadi di lingkungan sekitar peserta didik sehingga dia mampu menghubungkan dan menerapkan kompetensi hasil belajar dengan kehidupan sehari-hari mereka. Dalam pembelajaran CTL tugas guru adalah menciptakan lingkungan belajar yang alamiah, menyenangkan, tidak membosankan dan memberikan kemudahan bagi siswa dalam belajar.
Penelitian ini adalah penelitian eksperimen, peneliti melakukan treatment terhadap kelompok eksperimen. Dengan desain penelitian Pretest – Posttest Control Group Design. Dalam penelitian ini penulis membutuhkan dua kelas sampel yaitu kelas eksperimen sebanyak 18 orang yang diberikan perlakuan dan kelas kontrol sebanyak 20 orang yang tidak dikenakan perlakuan. Teknik sampel yang penulis gunakan adalah purposive sampling. Sedangkan alat pengumpul data yang digunakan adalah tes yang berbentuk objektif.
Dari hasil penelitian diperoleh rata-rata nilai hasil belajar siswa pada kelompok eksperimen sebesar 87,2 sedangkan pada kelompok kontrol sebesar 78,5. Dari hasil uji ststistik diperoleh t hitung sebesar 2,68 dengan taraf signifikansi 0,05 diperoleh t tabel sebesar 2,021. Jadi t hitung lebih besar dari t tabel, sehingga Ho ditolak. Hal ini berarti terdapat perbedaan hasil belajar Aqidah Akhlak siswa yang menggunakan strategi CTL.
Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa hipotesis yang berbunyi : “Terdapat perbedaan hasil belajar Aqidah Akhlak siswa dengan menggunakan strategi CTL dengan yang tidak menggunakan strategi CTL diterima, dan hipotesis nihil yang berbunyi : “Tidak terdapat perbedaan hasil belajar Aqidah Akhlak siswa dengan yang menggunakan strategi CTL dengan yang tidak menggunakan strategi CTL ditolak, yang berarti dengan penerapan strategi CTL dapat mempengaruhi hasil belajar Aqidah Akhlak. Berdasarkan uji hipotesis pihak kanan didapatkan hasil t hitung 2,68 dan t tabel pada taraf signifikan 0,05 didapat t tabel 1,684. Dengan demikian t hitung > dari t tabel, maka dapat diambil kesimpulan bahwa penggunaan strategi pembelajaran CTL lebih baik dari pada strategi pembelajaran konvensional.

Senin, 19 September 2011


ABSTRACT

Nora Fudhla, 2307.008, The Correlation of Using High Touch Approach and Students’ Test Result in English Teaching and Learning, (Study at Thawalib Islamic Boarding School Parabek), a Thesis, State Islamic College Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, 2011.

            This research aimed to reveal the correlation between the use of High Touch Approach and students’ test result in English teaching and learning. It was found that Thawalib Parabek had treated the students by High Touch Approach whose purposes are to make intimate relationship between teacher and students and also to increase the students’ achievement in English teaching and learning. But, in fact, although the teacher had applied this approach, the students’ test results were still various. Thus, the research was done in Thawalib Parabek to know whether the use of High Touch Approach gave significant correlation toward students’ test result in English teaching and learning.
            The research was a quantitative research. The researcher used questioner to collect the data about the use of High Touch Approach and teacher’s documentary to collect the data about the students’ test result. The population of this research was the second grade students in Thawalib Parabek who were treated High Touch Approach, they were 2.3 and 2,4 classes as much as 46 students. To determine the sample, the researcher used total sampling. It means all of the population was researched. To analyzed the data collected, the researcher used Spearman’s Coefficient of Rank Correlation (r) and to test the Hypothesis, the researcher used t-test formula and consult the result into t-table with a=0,05
          The result showed that the coefficient of correlation (r) gotten was -0,149. It means, there was negative correlation between the use of High Touch Approach toward students’ test result in English teaching and learning. Then, the contribution level obtained was 2,2%. In other words, the use of  High Touch Approach only gave contribution as much as 2,2% toward students’ test result. Besides, based on Hypothesis testing, the t-score gotten was 0,977 whereas t-table on a=0,05 was 1,6802. It means, the t-score was smaller rather the t-table. Thus, the Ha was rejected and the Ho which stated there is no significant correlation of using High Touch Approach toward students’ test result in English teaching and learning was accepted.

Jumat, 27 Mei 2011

Upaya Orangtua Membina Kecerdasan Spiritual Anak dalam Keluarga di Jorong Tigo Suku Paninjauan Kecamatan X Koto Kabupaten Tanah Datar

ABSTRAK

Iddirwan BP. 060600201205, “Upaya Orangtua Membina Kecerdasan Spiritual Anak dalam Keluarga di Jorong Tigo Suku Paninjauan Kecamatan X Koto Kabupaten Tanah Datar”. Skripsi, Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat, tahun 2011.
Berdasarkan survei awal di Jorong Tigo Suku banyak ditemukan anak-anak yang kurang memahami keimanan dan ibadah yang tidak teratur serta anak-anak yang kurang mendapatkan bimbingan, yang dapat mempengaruhi kecerdasan spiritual anak. Sehingga timbul keinginan bagi penulis untuk mengetahui sejauh mana usaha orangtua membina kecerdasan anak dalam keluarga.
Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan jenis kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi. Teknik pengolahan data yang digunakan adalah: mengorganisir file, membaca keseluruhan informasi, menguraikan setting sosial dan peristiwa yang diteliti, dan menginterpretasi penemuan.
Dari hasil penelitian diketahui upaya orangtua membina kecerdasan spiritual anak usia pra-sekolah dan usia sekolah dalam kekuarga di Jorong Tigo Suku Paninjauan mengenai keimanan, mayoritas orangtua melakukan usaha terhadap anak usia pra-sekolah dengan menyediakan media VCD, TV dan kaset-kaset Islami, sekali-kali disertai dengan penjelasan dari orangtua. Usaha terhadap anak usia sekolah dapat dikelompokkan pada tiga bentuk: 1) interaktif-komunikatif, 2) kurangnya interaktif-komunikatif, dan 3) tidak adanya interaktif-komunikatif.
Bimbingan ibadah shalat anak (pra-sekolah dan sekolah) usaha orangtua belum optimal, mayoritas orangtua hanya sekedar mengingatkan tanpa dengan perintah yang tegas dan pemahaman dari orangtua, sehingga kurangnya pengawasan ibadah shalat anak dan ibadah shalat anak pun juga tidak teratur.
Bimbingan ibadah puasa Ramadhan anak juga belum optimal, mayoritas orangtua hanya menanyakan anak untuk berpuasa tanpa adanya bimbingan yang berupa perintah yang tegas, motivasi dan pemahaman, sehingga anak-anak berpuasa hanya karena ikut-ikutan saja, tanpa mengetahui dan memahami arti dari puasa.
Dan bimbingan membaca Al-qur’an, mayoritas orangtua menyerahkan anaknya ke TPA/TPSA tanpa adanya bimbingan secara langsung dari orangtua, sehingga terlihat bahwa masih banyak anak-anak yang kurang pandai membaca Al-qur’an.

Minggu, 12 Desember 2010

RISALAH SEMINAR INTERNASIONAL DENGAN TEMA: AKAR SEJARAH DAN PERKEMBANGAN FUNDAMENTALISME ISLAM DI NUSANTARA

Prof. Azumardi Azra

Tema: Geneologi Radikalisme dan Masa depannya di Indonesia

1. Radikalisme memiliki akar-akar dontrinal dan historis sosiologis yang panjang.

2. Radikalisme bisa disebabkan faktor internal dan eksternal

3. Radikalisme Islam di Indonesia bukan sesuatu hal baru – sudah ada sejak masa-masa awal pasca kemerdekaan DI/TII.

4. Perlu penguatan Islam Washatiyah untuk merespon pemikiran gerakan radikal.

Prof. Mansor Mohd Noor

Tema: Manipulasi agama oleh Imajinasi agama Manusia

Ilmu agama mesti literasi di kalangan ahli, akademisi serta Ormas untuk menghindari manipulasi agama oleh manusia. Mendahulukan agama dalam arus perdana melalui diinstitusikan pelaksanaan Islam berteras rasional legal dituntut untuk memasti kestabilan dan kemajuan dalam negara.

Prof. Dr. H. Muhammad Bambang Pranowo

Tema : Militansi Islam Jawa

1. Sifat orang jawa Tiga Nga: ngalah, ngalih, dan ngamuk.

2. Ketika Islam datang para da’i Islam tidak serta merta mampu menyingkirkan budaya Hinduism dan Budhism yang Sinkretis.

3. Bangsa Indonesia perlu mewaspadai masuknya paham-paham yang ekstrim dan radikal yang memicu munculnya terorisme.

4. Merupakan fakta yang tak terbantahkan bahwa mereka yang terlibat dalam berbagai aksi terorisme di Indonesia kebanyakkan berasal dari jawa. Namun hal itu tidak dapat dijeneralisasi bahwa Islam di jawa sudah berobah corak menjadi Islam militan.

5. Militansi tersebut hanya dimiliki oleh sejumlah kecil orang jawa yang kebetulan memiliki pengalaman ikut berperang di Afganistan melawan tentara pendudukan Rusia.

6. Mereka sangat marah pada Amerika yang semula membantu mereka melawan Rusia terutama sesudah Amerika menyerang Afganistan pasca pristiwa 11 september 2001. Akibatnya mereka berupaya menghancurkan kepentingan Amerika di manapun berada dan musuh di Indonesia

7. Tindakan sejumlah orang jawa militan tadi tidak mungkin memperoleh dukungan luas di Jawa karena pada dasarnya Islam di Jawa dan nusantara pada umumnya adalah Islam yang berwatak “ramah” dalam interaksinya dengan pihak lain, bukan Islam yang “marah”.

Prof. Dr. Mestika Zed

Tema : Islam dan Budaya Lokal Minang Kabau Modren

1. Budaya Minang Kabau memiliki sejumlah karakteristik positif yang sesuai dengan tuntutan zaman

2. Ada persamaan antara budaya Minang Kabau dengan Islam dan keduanya bisa bersinergis dalam menghadapi perkembangan zaman

3. Terjadi ketegangan antara agama dengan adat di Minang Kabau, yaitu:

a. Dari sisi sumber : adat bersumber kepada tradisi ciptaan nenek moyang, sementara agama (Islam) bersumber kepada Al-Qur’an dan Sunnah.

b. Paradikma pemikiran adat berparadikma kepada empiris-induktif, agama berparadikma kewahyuan-deduktif.

c. Unit sosial, adat memiliki unit sosial lokal, sementara agama memiliki unit universal.

d. Sosiologis-historis, adat memiliki sosiologis –historis agraris, sementara agama memiliki sosiologis historis urban.

Dr. Nunu Burhanudddin, Lc. M. Ag

Tema: Akar dan Motif Fundamentalisme Islam

1. Akar dari motif fundamentalisme dapat dilihat dari tiga pembabakan: sebagai akar klasik, modren, dan kontemporer.

2. Fenomena kemoderenan merupakan akar terpenting yang memicu munculnya fundamentalisme:

a. Ikhwan Al-Muslimin di Mesir

b. Jamaah Islami di Pakistan dan

c. Jamaah Islamiyah di Malaysia

3. Tipologi fundamentalisme di Indonesia:

a. Fundamentalisme prakmatis

b. Fundamentalisme radikal

c.Fundamentalisme idialis